Pandeglang XYZ

0
82

Oleh: E. Randu Tanjung

Kabupaten Pandeglang ditetapkan sebagai daerah tertinggal. Penetapan ini ada dalam Peraturan Presiden Nomor 131 tahun 2015 tentang penetapan daerah tertinggal tahun 2015-2019.

Perpres itu memberikan definisi bahwa daerah tertinggal adalah daerah kabupaten dengan wilayah dan masyarakat yang kurang berkembang dibandingkan dengan darah lain dalam skala nasional. Suatu daerah ditetapkan sebagai daerah tertinggal berdasarkan kriteria perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas serta karakteristik daerah.

Sebuah kenyataan yang pahit, mengingat kabupaten Pandeglang, jika dibandingkan dengan daerah kabupaten/kota lain di Indonesia, memiliki sumber daya alam yang tidak miskin-miskin amat. Secara geografis pun, Pandeglang relatif dekat ke ibu kota negara. Hanya butuh waktu 2-3 jam saja ke Jakarta, tanpa harus menggunakan pesawat terbang atau kereta super cepat.

Lalu apa sebabnya kabupaten Pandeglang, dari jaman Old sampe Now masih saja terbelakang?

Secara umum, masyarakat Pandeglang dikenal religius dan cenderung fanatik. Tidak ada gereja, vihara atau klenteng disini. Tidak ada tempat hiburan semisal bioskop, diskotik atau night club. Bahkan mall atau super market.

Di bidang pendidikan, hingga hari ini kabupaten Pandeglang juga belum memiliki universitas negeri. Padahal konon Mathlaul Anwar (MA) itu termasuk lembaga pendidikan tertua di Indonesia.

Tentu saja, perlu diteliti dengan mendalam, faktor apa saja yang menjadikan “Kota Santri” begitu teramat sulit bangkit dari ketertinggalan. (*)