Sejarah Unik di Balik “French Fries”

0
51

BantenIndependen.id – French fries (dibaca: frens fraiz) adalah potongan kentang yang digoreng garing. Bentuknya panjang tapi kecil dan tipis, kira-kira sekelingking kita.

To french fry berarti “menggoreng hingga garing”. Kentang yang digoreng sampai garing disebut french fried potatoes, disingkat french fries. Makanan itu juga disebut potato chips, artinya “potongan-potongan kecil kentang”.

Kentang berasal dari Peru dan Bolivia di Amerika Selatan. Pada abad ke-15 orang Spanyol membawanya ke Eropa. Ternyata, kentang bisa tumbuh dengan subur. Pada akhir abad ke-18 kentang sudah menjadi salah satu makanan utama di Eropa, di samping roti. Dari sana kentang menyebar ke jajahan-jajahan negara Eropa sampai tiba juga di Indonesia.

Di Amerika, para petani juga menanam kentang. Namun, di daerah New England kentang merupakan makanan ternak. Lalu, Thomas Jefferson menjadi duta Amerika di Prancis. Di tempat ia bertugas ini, Jefferson sangat suka pada kentang goreng gaya Prancis (french fries). Sepulang dari Prancis, tokoh terkemuka Amerika itu sering menyuguhkan french fries kepada tamu-tamunya. Akibatnya, gengsi kentang naik. Apalagi, Jefferson kemudian menjadi Presiden ketiga Amerika Serikat.

Restoran-restoran kelas atas di Amerika pun tidak malu menyuguhkan french fries. Namun, masa itu french fries belum panjang-panjang langsing seperti sekarang. Irisan kentangnya masih tebal.

Suatu hari di tahun 1853, seorang pria memesan french fries di sebuah restoran anggun di Moon Lake Lodge,Saratoga Springs, Amerika Serikat.

Koki restoran itu, seorang Indian bernama George Crum, membuatkan french fries yang diiris tebal seperti biasa. Ternyata, tamu itu tidak puas. “Irisannya terlalu tebal!” katanya. Pelayan mengembalikan kentang goreng itu ke dapur. Koki terpaksa menyiapkan yang baru.

Kentang diirisnya lebih tipis. “Bagaimana sih, saya ‘kanminta yang tipis!” kata tamu itu ketika kentang goreng kedua dibawakan. George Crum jadi kesal.

“Rasakan, aku iris kentangnya setipis korek api!” pikirnya. Eh, ternyata tamu itu malah senang. Lantas banyak tamu lain memesan french fries serupa. Pesanan berdatangan pula dari tempat jauh.

Makanan itu mulanya dinamai Saratoga Chips dan merupakan keistimewaan restoran tersebut. Kemudian Crum membuka restoran sendiri. Melihat keberhasilannya, orang lain meniru.

Lalu, ada orang yang bisa membuat mesin pengupas kentang. Asyik! French fries bisa dibuat besar-besaran tanpa harus mengupas kentang satu demi satu dengan tangan. Kepopuleran french fries menjalar dari Amerika bagian utara ke selatan lalu menyeberang ke Eropa dan akhirnya ke bagian dunia lain, termasuk Indonesia. Kita baru mengenalnya secara luas pada tahun 1970-an, yaitu sejak muncul restoran-restoran fried chicken dan hamburger.

Potato chips alias french fries ada yang dijajakan dalam gerobak dorong di tepi jalan, ada pula yang dijual bersama ayam goreng, ikan goreng, hamburger, dan steak di restoran murah maupun mahal. Kita pun bisa membelinya dalam keadaan beku di pasar swalayan untuk digoreng sendiri di rumah.

(intisarigrid)